Monday, 28 May 2012

Alam


Apabila kita melihat alam ini . .
Rasa takjub menyergah hati. .
Mengamati ciptaan Ilahi. .
Terasa bagai di Syurga Duniawi. .

Langit yang terbentang luas. .
Membiru di siang hari. .
Pabila disimbah cahaya mentari. .
Langit yang terbentang luas. .
Bersinar di malam gelita. .
Pabila disinari cahaya bintang dan purnama. .

Pantai yg jernih . .
Terhampar luas. .
Bayunya menggamit ketenangan jiwa. .
Ngauman ombaknya menjadi halwa telinga. .

Matahari terbit dan terbenam. .
Dari Timut ke Barat. .
Mengikut aturan. .
Tanpa cacat cela. .

Kalimah "SUBHANALLAH" membasahi lidah tatkala itu. .
Melafazkannya tanpa jemu.

Diselangi lafaz "ALLAHUAKBAR" . .
Memuji Kebesaran Allah Yang Maha Besar. 

Jelajahlah kamu ke segenap dunia. .
Bagi menemui pelbagai panorama. .
Serta keunikan ciptaan Yang Maha Esa. .

C.I.K.G.U

Dari terbit mentari,
Sehingga terbenam matahari,
Hanya suara mu yang kudengari,
Menyampaikan madah berilmu,
Tanpa rungut dan jemu,

Dahulu,
Aku bagaikan sebuah timba yang kontang,
Kontang dek pengetahuan,
Kotor dek lumut kejahilan,

Kini,
Aku bagaikan sebuah peti yang berharga,
Sarat dek ilmu,
Bersinar dek cahaya bijaksana,

Namun,
Semua perubahan bukan satu kebetulan,
Aku dijaga,
Aku dipelihara,
Aku dididik,
Oleh seorang insan,

Cikgu

Tanpa ilmu darimu,
Tidak akan lahir pemimpin bertaraf dunia,
Tanpa ilmu darimu,
Tidak akan wujud angkasawan peneroka semesta,
Tanpa ilmu darimu,
Tidak akan terbit generasi pemikiran kelas pertama,

Cikgu

Jika dikumpul emas setinggi gunung,
Jika dihimpun permata seluas lautan,
Bagiku,
Nilainya tidak sama dengan ilmu yang kau berikan,
Nilainya tidak sama dengan tenaga yang kau kerahkan,
Demi mendidik ku,

Terima Kasih Cikgu,

Hanya ucapan itu yang ku mampu lafazkan,
Bagi membalas jasa mu,
Walaupun ia tampak mudah dinyatakan,
Namun,
Terdapat 1001 makna yang tersirat disebalik lisan,









Saturday, 26 May 2012

Sang Pencipta Alam

Begitu hebat Sang Pencipta Alam


Dikala ku intai ke langit malam,
Hayatilah hiasan jutaan bintang,
Menemani si purnama yang terang 
Mengharmonikan suasana malam,
Menceriakan suasana yang suram,
Menyinari suasana yang kelam,


Begitu hebat Sang Pencinta Alam,


Dikala malam yang gelap gelita,
Engkau mampu suluhkan cahaya,
Dikala cerah di siang hari,
Engkau mampu padamkan sinaran mentari, 


Begitu hebat Sang Pencipta Alam,


Sekukuh mana bangunan,
Seutuh mana binaan,
Hanya dengan sedikit gegaran,
Semua itu hilang dari pandangan,


Begitu hebat Sang Pencipta Alam,


Dikala ia tidur dunia bagaikan selamat,
Dikala ia terjaga bagaikan kiamat,
Pabila terkeluar isinya,
Mampu membakar seluruh buana,


Begitu hebat Sang Pencinta Alam


Dikala ia tenang,
Disaluti bayu yang nyaman,
Membuatkan jiwa yang gundah, 
Menjadi lapang,


Dikala ia marah,
Disaluti dengan ngauman yang ganas,
Membuatkan jiwa yang lapang, 
Menjadi gundah,