Thursday, 21 March 2013
Result SPM ku
hahaha...x capai target but...sangat epi....bec0z
BM~A
Syukur.....
BI~A
yang ni mmg terkejut..1st time dapat A utk BI....
SEJ~A+
Syukur...sbb x penah pon khatam buku sej
Math~A
Syukur.....kena jugak A
BA~B+
Syukur gak...walopon x kne target..tp aku tau mne salah ku dlm subjek nie
+MT~B+
Syukur..walopon x kne target coz sblom nie mne penah dpt B+..pling tggi B
FIZ~B+
Syukur....kne target
KIMIA~A-
yang nie mmg terkejut beruk sebab x terpikir..pape pon thanx to Cikgu Oun Wahid
BIO~B+
syukur walopon target x kne sbb ni la my bez score....
QS~A+
Syukur..Ustazah Jai Sabahan saya dah kotakan janji saya A+ utk QS
SYARIAH~B
Syukur...sebab selama nie score c je pling tggi
Apa-ape pon bbge becoz suem meningkat dalm result SPM ku....yeah
Friday, 8 March 2013
Qalbi
Hatiku...
Bagai bintang menerangi malam,
Tatkala kehadiranmu,
Ke dalam hidup ku,
Menghiasi hari-hari ku,
Yang dahulunya suram,
Yang dahulunya kelam,
Kini makin ceria,
Sirnanya duka,
Hatiku...
Bagai disuluh mentari terang,
Bagai disuluh mentari terang,
Dikala melihat wajahmu,
Disaat melihat senyuman mu,
Disebalik semua itu,
Terpancar cahaya kegembiraan,
Terpancar nur kebahagian,
Menerangi jiwaku setiap waktu,
Hatiku...
Bagai ditatah intan permata,
Pabila hadirnya dirimu,
Menyambut cinta ku yang suci,
Dengan setulus hati,
Tanpa rasa untuk mengkhianati,
Ikatan kasih yang kekal abadi,
Friday, 15 February 2013
Love The World
Terzahir kezuhudan dalam bacaanmu
Setiap kalimah yang dilontarkan berbaur syahdu
Menghayati Kalamullah kurniaan Ilahi
Menjadi rujukan umat dewasa ini
Bagai singa yang kelaparan
Menggapai Syahid menjadi tujuan
Menghuni Firdausi menjadi keinginan
Itulah kata-kata seorang pahlawan
Tatkala gagah di medan perang
Menggembirakan hati yang lara
Saat wang ringgit menjadi keperluan
Dengan keikhlasan sampaikan sumbangan
Demikianlah kata-kata Sang Dermawan
Seperti pintu JANNAH telah terbuka
Sebagai balas amalan mereka
Namun
Niat yang songsang memenuhi dada
Tatkala laksanakan ibadah di dunia
NERAKA menanti dikau disana
Kasih Dunia
Setiap kalimah yang dilontarkan berbaur syahdu
Menghayati Kalamullah kurniaan Ilahi
Menjadi rujukan umat dewasa ini
Tatkala melafazkan ayat suci
Sayup suaramu menyentuh hati
Namun nafsu memesongkan niat mu
Dikau harapkan pujian
Suaramu terulung tiada tandingan
Menggapai Syahid menjadi tujuan
Menghuni Firdausi menjadi keinginan
Itulah kata-kata seorang pahlawan
Tatkala gagah di medan perang
Bersama mujahid pertahankan agama
Namun nafsu memesongkan niat mu
Dikau harapkan pujian
Pahlawan terhebat menjadi sandaran
Saat wang ringgit menjadi keperluan
Dengan keikhlasan sampaikan sumbangan
Demikianlah kata-kata Sang Dermawan
Tatkala menolong insan yang lemah
Memberi wang atau rumah
Namun nafsu memesongkan niat mu
Dikau harapkan pujian
Berjiwa pemurah dimata manusia
Seperti pintu JANNAH telah terbuka
Sebagai balas amalan mereka
Namun
Niat yang songsang memenuhi dada
Tatkala laksanakan ibadah di dunia
NERAKA menanti dikau disana
Kasih Dunia
Fenomena lumrah umat manusia
Iman dan Taqwa kunci utama
Menanam Kasih Akhirat ke dalam jiwa
Menanam Kasih Akhirat ke dalam jiwa
Thursday, 14 February 2013
P DAYS vs V DAY
Hari yang dinanti
Sekelopok manusia
Yang terpesong akidahnya
Kini tiba jua
Bulan purnama menyinari alam
Di bawah pohon yang rendang
Dua insan berlainan jantina
Bermadu kasih dan sayang
Saat itu Iman mulai terbang dari jiwa
Nafsu menguasai raga dan minda
Mula hanyut di lautan cinta
Budaya kuning kian membarah
Meracuni minda anak bangsa
Menghancurkan akhlak bitara
V.A.L.E.N.T.I.N.E DAY
Sekelopok manusia
Yang terpesong akidahnya
Kini tiba jua
Bulan purnama menyinari alam
Di bawah pohon yang rendang
Dua insan berlainan jantina
Bermadu kasih dan sayang
Saat itu Iman mulai terbang dari jiwa
Nafsu menguasai raga dan minda
Mula hanyut di lautan cinta
Budaya kuning kian membarah
Meracuni minda anak bangsa
Menghancurkan akhlak bitara
V.A.L.E.N.T.I.N.E DAY
Pabila "V" ditendang "N" dibuang
"P" menggantikan "S" dimasukan
Maka ia lebih membawa makna kepada kita
P.A.L.E.S.T.I.N.E DAYS
Saudara disana mengalirkan air mata
Saudara disana menahan kelaparan
Mereka tabah menahan derita
Tanpa mengeluh
Tanpa mencumuh
Hanya Syahid yang dinanti
Kelak Syurga yang menanti
Mempertahankan Islam dari dinodai
Dek Zionis yang tidak akan diredhai
Sunday, 27 January 2013
Bila Terasa Rindu..Ku Bayang Wajah Mu
Gembira,
Tatkala kau mendengar khabar kewujudan ku,
Di alam yang tidak terlihat,
Dek mata kasar umat manusia,
Tatkala itu juga tembok kesabaranmu mula dibina,
Masa beredar seiring dengan usia ku,
Kini beban makin kau terasa,
Namun tembok kesabaranmu masih kebal,
Menahan segala sakit dan perit sendirian,
Bila tiba saat dan waktu,
Saat aku ingin melihat alam yang fana,
Yang hanya pinjaman untuk seketika,
Saat itu kau bertarung nyawa,
Antara hidup dan mati,
Semua itu ditangan-Nya,
Nampaknya Dia masih sayangkan kita,
Selepas pertarungan itu,
Kau masih lagi bernyawa,
Aku lahir ke dunia,
Nampaknya kita mampu bersama,
Tangisanku membuatkan dia mengalirkan air mata,
Rasa syukur menyergah jiwa,
Tatkala itu kalimah Allah bermain di cuping telingaku,
Untuk kali yang pertama,
Ibu,
Tanpa pengorbanan mu tidak akan wujud aku di dunia,
Tanpa kasih sayang mu kehidupan ku tidak berharga,
Walaupun kau tidak mewariskan sebidang tanah,
Walaupun kau tidak memberikan sebuah rumah,
Jasa dan pengorbananmu,
Sewaktu ku di alam rahim,
Sewaktu kau melahirkan ku,
Sewaktu kau membesarkan ku,
Tidak dapat dibalas dengan segala harta di dunia,
Aku berjanji kepada mu wahai ibu,
Akan ku jaga dikau sehingga akhir hayat ku,
Tatkala kau mendengar khabar kewujudan ku,
Di alam yang tidak terlihat,
Dek mata kasar umat manusia,
Tatkala itu juga tembok kesabaranmu mula dibina,
Masa beredar seiring dengan usia ku,
Kini beban makin kau terasa,
Namun tembok kesabaranmu masih kebal,
Menahan segala sakit dan perit sendirian,
Bila tiba saat dan waktu,
Saat aku ingin melihat alam yang fana,
Yang hanya pinjaman untuk seketika,
Saat itu kau bertarung nyawa,
Antara hidup dan mati,
Semua itu ditangan-Nya,
Nampaknya Dia masih sayangkan kita,
Selepas pertarungan itu,
Kau masih lagi bernyawa,
Aku lahir ke dunia,
Nampaknya kita mampu bersama,
Tangisanku membuatkan dia mengalirkan air mata,
Rasa syukur menyergah jiwa,
Tatkala itu kalimah Allah bermain di cuping telingaku,
Untuk kali yang pertama,
Ibu,
Tanpa pengorbanan mu tidak akan wujud aku di dunia,
Tanpa kasih sayang mu kehidupan ku tidak berharga,
Walaupun kau tidak mewariskan sebidang tanah,
Walaupun kau tidak memberikan sebuah rumah,
Jasa dan pengorbananmu,
Sewaktu ku di alam rahim,
Sewaktu kau melahirkan ku,
Sewaktu kau membesarkan ku,
Tidak dapat dibalas dengan segala harta di dunia,
Aku berjanji kepada mu wahai ibu,
Akan ku jaga dikau sehingga akhir hayat ku,
Sunday, 16 December 2012
Syukur dan Berdoa
Syukur...
Satu lafaz yang unggul…
Hanya itu kalimah yang mampu diuacapkan..
Tatkala hidup di Bumi bertuah ini...
Penuh dengan kemajuan teknologi...
Sarat dengan kepesatan ekonomi...
Namun..
Teringatkah kita akan saudara kita di sana?
Saudara yang menderita di Bumi Gaza...
Saat kita bergelak ketawa...
Mereka mengalirkan air mata...
Saat kita bergurau senda...
Mereka lari selamatkan nyawa...
Saat kita berfoya-foya...
Mereka berjihad mengangkat senjata...
Saat kita menikmati kenikmatan dunia..
Mereka membanting tulang memelihara Agama...
Jika...
Di Malaysia taman bunga penyeri panorama...
Tapi...
Di sana darah dan peluru menghiasi saujana...
Jika...
Di Malaysia tilam empuk yang menemani lena...
Tapi...
Di sana beralaskan tanah bembumbungkan angkasa...
Jadi...
Tatkala hidup di Bumi yang aman
Dimanakah rasa syukur kita..?
Tatkala saudara kita menanggung penderitaan
Rasa belas kasihan dicampak ke mana.?.
Bersyukurlah pabila terhindar dari derita...
Bantulah saudara kita di sana...
Walaupun tanpa kudrat dan senjata...
Cukuplah sekadar memanjatkan doa...
~sekadar renungan~
Thursday, 13 December 2012
Moga Bertemu Kembali
Sayu hati ku melangkah pergi
Meninggal temanku disini
Membawa bersama kenangan lama
Yang masih segar di minda
Bukankah tuhan sudah berkata
Naungan Arash untuk sahabat setia
Bertemu berpisah keranaNya
Walau terpisah hati tertaut jua
Ketika ku jatuh kau bangunkanku kembali
Ketika tangis kau penghibur hati
Ketika sulit kau kau bukakan kunci
Bersyukurnya aku, kau kurniaan ilahi
Kerinduan kini subur di dada
Terkenang senyum dan tawa kita
Suka dan duka tempuh bersama
Hatiku hatimu dalam akidah yang satu
Ku memohon pada-Mu Ya Rabbi
Agar Kau pertemukan kami
Di atas jalan dakwahMu ini
Dalam mengejar redha Ilahi
Duet with:Tinta Pena
Subscribe to:
Posts (Atom)
